Siapakah sahabat itu menurut anda?
Mengapa anda menganggapnya sebagai sahabat?
Ada berapa sahabat yang kini anda miliki?
Bagaimana anda memperlakukan sahabat-sahabat anda?
Kapan persahabatan itu tercipta?
Apa yang anda harapkan dan berikan pada seorang sahabat?
“Sahabat, dialah ilmu yang memberikan manfaat. Dialah masalah yang menjadikan diri semakin kuat. Dialah teman yang jika diminta, akan dengan hati-hati berikan nasehat. Dialah angin yang mengusir rasa hangat. Dialah keleluasaan yang menjadikan pikiran jauh dari rasa penat. Dialah obat supaya hati nurani tetap menjadi sehat.”
Memilih sahabat bukan serta merta karena rupa ataupun harta. Namun kesesuaian hati dan rasa yang menjadikan mereka tetap berada di dekat kita. Bukan berarti mereka mengusik privasi kita, namun justru mereka lah gembok yang selalu menutup rapat aib yang ada. Sosoknya sangat sulit untuk tergantikan. Hingga
canda tawanya tak jemu-jemu untuk selalu dinantikan.
Sahabat bukanlah saudara yang secara lahiriah keluar dari rahim yang sama. Meski demikian, sosoknya akan selalu ada. Kala hati sedang sepi, kala rindu datang membelenggu, kala duka datang melanda, sahabat akan senantiasa berada didekat kita. Bukan berarti sahabat akan selalu bersanding di samping. Terkadang mereka berada tepat di depan untuk menuntun jalan. Kadang tepat dibelakang untuk memberi dorongan, dan bisa juga tepat di samping untuk menjadi pendamping.
Perbedaan terkadang memunculkan pertikaian untuk mencari siapa yang salah. Namun sahabat justru membuat perbedaan itu menjadi sesuatu yang indah. Layaknya pelangi yang menghiasi langit yang megah. Tak sekalipun mereka akan menganggapnya jadi suatu masalah. Meski mereka harus sering mengalah, tiadalah terucap sekalipun keluh kesah. Bukan berarti mereka lemah, justru itulah tanda bahwa mereka kuat, karena bisa tetap istiqomah.
Sahabat, semua yang telah kau lakukan tiada kata pamrih. Kadang diri ini sedih melihatmu tertatih. Sosokmu tegar, berhiaskan senyum yang lebar. Namun aku tahu dari kedua matamu, bahwa ada sesuatu yang belum kamu beri tahu padaku. Mungkin tentang masalah yang menderamu, mungkin tentang khilafmu di masa lalu, mungkin tentang ketakutan atau kekhawatiran yang selalu mengganggumu. Silahkan ceritakan semuanya padaku. Di sini ada pundak yang selalu siap memikul beban itu bersamamu.
Sebagai sahabatmu, saya ingin melakukan kebaikan yang sama seperti yang telah kamu lakukan padaku...

0 Response to "Renungan untuk Sahabat"
Post a Comment